Na'im Zenky
Na'im Zenky
Minggu, 30 Oktober 2016
Wisata Spiritual Makam Syeh Hamzah Al Fansuri.
Selasa, 11 Oktober 2016
Hanya Gambaran
Senin, 20 April 2015
Tiga Kesadaran Manusia Yang Sering Tidak Disadarinya
Selamat Pagi Sahabat Blogger
Pada pagi dan kesempatan yang telah Allah berikan ini, sudah sepatutnya bagi kita untuk mensyukurinya karena Allah SWT masih memberikan umur, kesehatan dan kesempatan kepada kita semua. Baiklah sahabat semua, pada pagi saya ingin berbagi sedikit pengetahuan saya kepada sahabat semua. Semoga ini menjadi manfaat dan pelajaran, khususnya kepada penulis sendiri dan juga kepada para sahabat blogger semua. Pada pagi ini saya ingin berbagi sedikit tentang tiga hal yang harus senantiasa disadari oleh manusia karena manusia seringkali tidak menyadari akan tiga hal ini.
Yang pertaman adalah Kesadaran manusia akan Allah SWT Yang Maha Sempurna, yang telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sempurna. Sehingga kita harus menyadari bahwa tidak pantas bagi kita untuk saling menghina karena kita semua diciptakan oleh Allah SWT dari bahan dan materi yang sama, kemudian Allah ciptakan dengan bentuk sempurna, memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri. Kelebihan yang kita miliki bisa jadi tidak dimiliki oleh orang lain dan kelebihan yang orang lain miliki bisa jadi kekurangan pada diri kita. Hal inilah yang harus kita sadari bahwa kita harus saling membantu, menolong, dan mengisi antara satu sama lain.
Yang kedua adalah Kesadaran akan Allah SWT Yang Maha Adil, memberi rizki secara adil kepada setiap manusia. Tidak memandang apakah orang Islam atau Kafir. Hal ini menyadarkan kita untuk senantiasa berbagi atas segala nikmat yang telah Allah SWT berikan pada kita. Hal ini dikarenakan bahwa apa yang menjadi harta kita tidak sepenuhnya hak kita, diantara harta kita ada hak-hak orang lain yang harus kita penuhi.
Dan yang terakhir adalah Kesadaran akan Allah SWT yang telah menciptakan kita dari tanah. Hal ini menjadi suatu kesadaran bahwa kita juga akan kembali ke tanah. Kita semua pasti akan mati. Sehingga kita senantiasa menjaga diri kita dimanapun kita berada karena kematian selalu dekat dan sangat dekat dengan kita. Ketika kita sering mengingat mati, kita akan sering menginstropeksi diri dan amalan kita. Apakah diri kita sudah benar? Apakah amalan kita akan dicatat sebagai amalan shalih di sisi Allah SWT? Apakah kita sudah mencukupkan bekal untuk kematian kita? Apabila kita sering mengingat hal-hal yang seperti ini, kita akan lebih sering meningkatkan dan menjaga kualitas iman dan taqwa kepada Allah SWT karena hanya iman dan amal shalih yang akan kita bawa dan kita persembahkan di altar Allah SWT.
Inilah sedikit pengetahuan yang penulis bisa bagikan, semoga ini menjadi manfaat bagi kita semua.
Penulis sangat mengharapkan kritik dan saran dari para sahabat pembaca semua.
Terima Kasih
Wassalam..
Tiga Kesadaran Manusia Yang Sering Tidak Disadarinya
Selamat Pagi Sahabat Blogger
Pada pagi dan kesempatan yang telah Allah berikan ini, sudah sepatutnya bagi kita untuk mensyukurinya karena Allah SWT masih memberikan umur, kesehatan dan kesempatan kepada kita semua. Baiklah sahabat semua, pada pagi saya ingin berbagi sedikit pengetahuan saya kepada sahabat semua. Semoga ini menjadi manfaat dan pelajaran, khususnya kepada penulis sendiri dan juga kepada para sahabat blogger semua. Pada pagi ini saya ingin berbagi sedikit tentang tiga hal yang harus senantiasa disadari oleh manusia karena manusia seringkali tidak menyadari akan tiga hal ini.
Yang pertaman adalah Kesadaran manusia akan Allah SWT Yang Maha Sempurna, yang telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sempurna. Sehingga kita harus menyadari bahwa tidak pantas bagi kita untuk saling menghina karena kita semua diciptakan oleh Allah SWT dari bahan dan materi yang sama, kemudian Allah ciptakan dengan bentuk sempurna, memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri. Kelebihan yang kita miliki bisa jadi tidak dimiliki oleh orang lain dan kelebihan yang orang lain miliki bisa jadi kekurangan pada diri kita. Hal inilah yang harus kita sadari bahwa kita harus saling membantu, menolong, dan mengisi antara satu sama lain.
Yang kedua adalah Kesadaran akan Allah SWT Yang Maha Adil, memberi rizki secara adil kepada setiap manusia. Tidak memandang apakah orang Islam atau Kafir. Hal ini menyadarkan kita untuk senantiasa berbagi atas segala nikmat yang telah Allah SWT berikan pada kita. Hal ini dikarenakan bahwa apa yang menjadi harta kita tidak sepenuhnya hak kita, diantara harta kita ada hak-hak orang lain yang harus kita penuhi.
Dan yang terakhir adalah Kesadaran akan Allah SWT yang telah menciptakan kita dari tanah. Hal ini menjadi suatu kesadaran bahwa kita juga akan kembali ke tanah. Kita semua pasti akan mati. Sehingga kita senantiasa menjaga diri kita dimanapun kita berada karena kematian selalu dekat dan sangat dekat dengan kita. Ketika kita sering mengingat mati, kita akan sering menginstropeksi diri dan amalan kita. Apakah diri kita sudah benar? Apakah amalan kita akan dicatat sebagai amalan shalih di sisi Allah SWT? Apakah kita sudah mencukupkan bekal untuk kematian kita? Apabila kita sering mengingat hal-hal yang seperti ini, kita akan lebih sering meningkatkan dan menjaga kualitas iman dan taqwa kepada Allah SWT karena hanya iman dan amal shalih yang akan kita bawa dan kita persembahkan di altar Allah SWT.
Inilah sedikit pengetahuan yang penulis bisa bagikan, semoga ini menjadi manfaat bagi kita semua.
Penulis sangat mengharapkan kritik dan saran dari para sahabat pembaca semua.
Terima Kasih
Wassalam..
Kamis, 18 Juli 2013
Jeritan Batin
Sekarang semua berubah. Sekarang semua berbeda. Setidaknya itulah yang ku rasa. Sering kali sikap itu melukai hati. Memang karena mereka dia jadi begini. Dia lebih mendengarkan perkataan relasinya daripada perkataan nuraninya. Sehingga semua yang dilakukannya mengakibatkan dirinya tersakiti, juga orang lain, seperti aku.
Aku sadar bahwa aku bukanlah siapa-siapa baginya, aku hanyalah seseorang yang hanya mencintai dia apa adanya dan tidak pernah menginginkan lebih, aku hanya ingin dia mencintai aku seperti aku mencintainya. Hanya itu saja yang aku inginkan.
Sekarang, terlalu sering aku harus bunuh rasa rindu yang membara. Aku sering terkoptasi dengan perasaanku sendiri, selama ini. Mungkin inilah caranya membalas cintaku.
Malam ini, aku hanya duduk sendiri di pojok sembari merenungi semua kejadian hari ini, terlalu lelah tubuh dan jiwa ini setelah melalui hari ini.
Malam ini aku sangat ingin bercanda ria dan tertawa dengannya, tapi hal itu tidak kutemui pada malam ini.
Malam ini, aku teringat sebersit ucapan yang aku sendiri tak pernah mengharapkan mendengarnya, ucapan begini, "kamu lebih baik mandiri, tak usah terima bantuan darinya, nanti dia minta balasan". Kalimat ini sangat sakit, memangnya pernah aku minta balasan atas apa yang telah aku beri? Pernahkah aku meminta ganjaran? Aku bingung, mengapa aku dianggap seolah-olah materialistis? Apakah dia melihat semuanya dari segi materi saja? Apakah dia tak lihat kalau dia bahagia denganku? Aku serahkan sajalah pada Maha Pencipta, biarkan dia memberi suatu jawaban pasti atas apa yang batinku perdebatkan selama ini melalui sang waktu.
Tega nian mereka menyebutku begitu, apakah aku sehina itu? Apakah aku seburuk itu di mata kalian?
Aku tak pernah protes atas peraturan yang kalian buat, aku tak pernah mengganggu waktunya, aku tak pernah mengganggu privasinya, AKU BUKAN PENJAHAT.
Memang kejadian beberapa hari yang lalu itu salahku, tapi tidak sepenuhnya salahku, tolonglah berlaku dan bersikap bijaksana, ketika darah dagingmu menangis, janganlah kalian salahkan aku sepenuhnya, jangan hanya melihat dari satu sisi saja, lihatlah dari semua sisi, jika kalian memang dewasa.
Ingat, AKU BUKAN PENJAHAT, AKU MANUSIA YANG PERNAH BERBUAT SALAH DAN AKU PANTAS MENDAPAT MAAF DARI KALIAN, AKU TAK INGIN MENABUH GENDANG PERANG DENGAN KALIAN, AKU TAK TAKUT, AKU TAK GENTAR WALAUPUN KALIAN BESAR. AKU MOHON, TOLONG HILANGKAN DENDAM ITU DI HATI KALIAN, JANGAN BIARKAN DENDAM AKU TUMBUH DI JIWAKU KARENA AKU AKAN LEBIH BRUTAL DARI KALIAN. KALIAN INGAT ITU.
Jika kalian memang muslim tunjukkan sikap muslim kalian seperti yang telah Muhammad SAW ajarkan, jika memang kalian tak pernah mendapat pelajaran itu, kalian harus belajar dari aku.
Jika kalian ingin menjadi muslim berpengetahuan dan berperadaban serta berakhlaqulkarimah, buanglah penyakit-penyakit itu dari qalbu kalian, karena jika penyakit-penyakit itu ada pada kalian, tak ada guna shalat kalian, puasa kalian, zakat kalian, haji kalian dan semua perbuatan baik kalian.
Sekarang aku ajak kalian untuk bersama-sama membersihkan hati kita agar kita memiliki bekal taqwa yang akan kita bawa menuju kehidupan kita yang hakiki.
Aku adalah hamba faqir, namun tidak hina
Aku adalah penerus estafet Islam
Aku adalah khalifah
Aku adalah aku
Indrapuri, 17 Juli 2013, 23:57 WIB
Minggu, 19 Mei 2013
Ku Rasa
Perjalanan hidup yang cukup panjang
namun begitu singkat
Penuh dengan berbagai hal
Lika-liku dan tanjakan serta turunan
Melewati berbagai rintangan
Mengarungi samudera kehidupan
Untuk meraih angan dan impian
Perjalanan hidup tidak gampang
Engkau tak selamanya dijalan aspal
terkadang bebatuan yang menghadang
adakala tanah tandus dan gersang
atau lumpur liat yang menjijikkan
juga lubang-lubang
Hidup ini tak selamanya seperti yang kau
bayangkan
Hidup ini adalah roda yang berputar
Tak selamanya kau di atas, adakala kau harus
terjun bebas saat kau tak lagi kuasa untuk di atas
Tak bisa kau paksakan dirimu selalu di atas
Karena saat itu kau telah ditentukan di bawah
Jikapun kau paksa, maka siapkan dirimu untuk
jatuh lebih keras
Begitulah yang kurasakan, kawan
Hiduplah layaknya makhluk hidup
Hiduplah untuk hidupnya kehidupan
Oemar Diyan
01:43, 15 Mei 2013