Na'im Zenky

Kamis, 18 Juli 2013

Jeritan Batin

Sekarang semua berubah. Sekarang semua berbeda. Setidaknya itulah yang ku rasa. Sering kali sikap itu melukai hati. Memang karena mereka dia jadi begini. Dia lebih mendengarkan perkataan relasinya daripada perkataan nuraninya. Sehingga semua yang dilakukannya mengakibatkan dirinya tersakiti, juga orang lain, seperti aku.
Aku sadar bahwa aku bukanlah siapa-siapa baginya, aku hanyalah seseorang yang hanya mencintai dia apa adanya dan tidak pernah menginginkan lebih, aku hanya ingin dia mencintai aku seperti aku mencintainya. Hanya itu saja yang aku inginkan.
Sekarang, terlalu sering aku harus bunuh rasa rindu yang membara. Aku sering terkoptasi dengan perasaanku sendiri, selama ini. Mungkin inilah caranya membalas cintaku.
Malam ini, aku hanya duduk sendiri di pojok sembari merenungi semua kejadian hari ini, terlalu lelah tubuh dan jiwa ini setelah melalui hari ini.
Malam ini aku sangat ingin bercanda ria dan tertawa dengannya, tapi hal itu tidak kutemui pada malam ini.
Malam ini, aku teringat sebersit ucapan yang aku sendiri tak pernah mengharapkan mendengarnya, ucapan begini, "kamu lebih baik mandiri, tak usah terima bantuan darinya, nanti dia minta balasan". Kalimat ini sangat sakit, memangnya pernah aku minta balasan atas apa yang telah aku beri? Pernahkah aku meminta ganjaran? Aku bingung, mengapa aku dianggap seolah-olah materialistis? Apakah dia melihat semuanya dari segi materi saja? Apakah dia tak lihat kalau dia bahagia denganku? Aku serahkan sajalah pada Maha Pencipta, biarkan dia memberi suatu jawaban pasti atas apa yang batinku perdebatkan selama ini melalui sang waktu.
Tega nian mereka menyebutku begitu, apakah aku sehina itu? Apakah aku seburuk itu di mata kalian?
Aku tak pernah protes atas peraturan yang kalian buat, aku tak pernah mengganggu waktunya, aku tak pernah mengganggu privasinya, AKU BUKAN PENJAHAT.
Memang kejadian beberapa hari yang lalu itu salahku, tapi tidak sepenuhnya salahku, tolonglah berlaku dan bersikap bijaksana, ketika darah dagingmu menangis, janganlah kalian salahkan aku sepenuhnya, jangan hanya melihat dari satu sisi saja, lihatlah dari semua sisi, jika kalian memang dewasa.
Ingat, AKU BUKAN PENJAHAT, AKU MANUSIA YANG PERNAH BERBUAT SALAH DAN AKU PANTAS MENDAPAT MAAF DARI KALIAN, AKU TAK INGIN MENABUH GENDANG PERANG DENGAN KALIAN, AKU TAK TAKUT, AKU TAK GENTAR WALAUPUN KALIAN BESAR. AKU MOHON, TOLONG HILANGKAN DENDAM ITU DI HATI KALIAN, JANGAN BIARKAN DENDAM AKU TUMBUH DI JIWAKU KARENA AKU AKAN LEBIH BRUTAL DARI KALIAN. KALIAN INGAT ITU.
Jika kalian memang muslim tunjukkan sikap muslim kalian seperti yang telah Muhammad SAW ajarkan, jika memang kalian tak pernah mendapat pelajaran itu, kalian harus belajar dari aku.
Jika kalian ingin menjadi muslim berpengetahuan dan berperadaban serta berakhlaqulkarimah, buanglah penyakit-penyakit itu dari qalbu kalian, karena jika penyakit-penyakit itu ada pada kalian, tak ada guna shalat kalian, puasa kalian, zakat kalian, haji kalian dan semua perbuatan baik kalian.
Sekarang aku ajak kalian untuk bersama-sama membersihkan hati kita agar kita memiliki bekal taqwa yang akan kita bawa menuju kehidupan kita yang hakiki.

Aku adalah hamba faqir, namun tidak hina
Aku adalah penerus estafet Islam
Aku adalah khalifah
Aku adalah aku


Indrapuri, 17 Juli 2013, 23:57 WIB

Tidak ada komentar:

Posting Komentar